“ Kamu gak tanya kenapa selama ini aku tidak pernah menghubungimu seperti yang biasa aku lakukan? “ tanyaku pada Rei ketika kami dipertemukan dalam satu kesempatan. Aku berharap dia menjawabku,
“ Ya, aku sempat bertanya-tanya pada diriku sendiri, memang kenapa? “
Atau mungkin dia menggodaku dengan,
“ Ya, aku sempat kangen, karena biasanya aku selalu mendengar suaramu setiap hari, tapi kali ini, aku mendapati pujaan hatiku terdiam tanpa kata? “
Tapi, betapa kecewanya aku waktu dia bilang,
“ Maaf, aku tak sempat memikirkannya. I’m really busy! “
Kutarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi kecewaku, dan kataku pada diriku sendiri,
“ Its oke, mungkin Rei memang benar-benar sibuk. “
Namun ternyata sebagian hatiku menolaknya dan lagi-lagi aku harus menelan pil kekecewaan. Salahku, mungkin tak seharusnya aku menanyakan hal yang tidak penting itu. Dan, seharusnya aku sadar, you’re not mine, dan sebaliknya I’m not yours. Tak ada ikatan apapun diantara kita. Kebersamaan kita hanyalah sebatas meet and great dengan teman lama, ups salah, mantan pacar, tepatnya. Dan kalau saat itu dia bersikap sangat-sangat manis padaku, ya mungkin karena pernah ada yang special diantara kami. Lagi-lagi salahku yang terlalu berharap dengan sikap manisnya.
Mengenai Saya
- mEe
- I love beach... Berada di pantai membuat gw tenang dan bisa melupakan semua beban yang ada di hidup gw. Dan pastinya pantai selalu bikin kangen, pengen lagi, lagi, lagi, lagi, dan lagi ( balik ke pantai, pastinya! )