Mengenai Saya

Foto saya
I love beach... Berada di pantai membuat gw tenang dan bisa melupakan semua beban yang ada di hidup gw. Dan pastinya pantai selalu bikin kangen, pengen lagi, lagi, lagi, lagi, dan lagi ( balik ke pantai, pastinya! )

Sabtu, 14 Maret 2009

Siapa duLUaN ???


Aku menikah saat usiaku 24 tahun, bisa dibilang “ cukup ideal “ untuk melangkah ke gerbang pernikahan. Akupun berpikir begitu kala itu. Tapi ada juga yang bilang aku terlalu cepat mengambil keputusan di usiaku yang masih belia. Statement yang benar-benar bikin aku “ goyah “ dalam memasuki bahtera rumah tangga yang baru saja aku mulai. Aku jadi ragu, apakah keputusanku untuk menikah di usia itu tepat atau tidak? Semasa pacaran, aku memang ingin sekali bisa cepat menikah, yah.. memang itu yang selalu diimpikan setiap wanita, pertanyaan atau tepatnya ajakan :

“ will you marry me? “

selalu ditunggu-tunggu keluar dari mulut sang pujaan hati, akupun menantikan hal yang sama dari orang yang kucintai. Dan impianku jadi kenyataan, bisa dibayangkan betapa bahagianya aku.
Namun, seperti orang-orang tua bilang “ menikah itu ngga selalu enak “. Banyak hal-hal baru yang akan kita temui di dalamnya. Bukan hanya di dalam diri pasangan kita dan rumah tangga kita saja, tapi juga di keluarga besar. Entah itu sifat buruk pasangan kita yang selama pacaran ‘tertutup rapat’, perbedaan-perbedaan yang kian hari kian mencuat ke permukaan, atau mungkin ketidakcocokan dengan mertua atau ipar kita. Tapi kalau kita mau menyadari, semua rumah tangga akan mengalami hal tersebut, karena rumah tangga dibangun oleh dua pribadi yang berbeda, tapi justru dalam rumah tangga lah kita belajar untuk dewasa, untuk menjadi orang yang bertanggungjawab, untuk bisa belajar menerima kekurangan pasangan kita sebagai bagian dari diri kita.
Dan beranjak dari hal-hal itu akupun belajar untuk mensyukuri pernikahanku, karena pada dasarnya,
“ semua orang yang saling mencintai pada akhirnya akan memasuki kehidupan berumahtangga, hanya tinggal menunggu giliran siapa yang lebih dulu memasukinya. Siapa yang lebih dulu merasakan pahit-manisnya rumah tangga. “
Dan kalau kita bisa bersyukur buat semua hal yang enak ataupun tidak, kita pasti akan menjadi pemenangnya dan kita akan lihat betapa indahnya hidup bersama orang yang kita cintai dan mencintai kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar