Semalam sehabis baca tulisan bertitle “ MeNjaDi MatahaRi “, gw langsung ikut2an bertanya pertanyaan yang sama ke suami gw.
“ Kalo Mera jadi bunga terindah di dunia ini, ko2 mau jadi apanya ? “
Jawabannya : Jadi tangkainya, biar kita selalu bersama, tak terpisahkan, karena tak ada bunga gak ada tangkai. ( siapa bilang? Banyak tangkai yang tumbuh tanpa bunga kan? He2.. )
“ Kalo Mera jadi bulan, ko2 jadi apanya ? “
Jawabannya : Jadi matahari, biar seimbang ( gue sempat bingung, seimbang gimana? Yang gw tangkap sih seimbang dalam hal punya fungsi yang sama yaitu menyinari bumi. Yeah.. biarpun penjelasannya membingungkan tapi gw sempat tersanjung waktu dia bilang mau Jadi Matahari, karena jawabannya sama seperti jawaban yang ada di tulisan itu. Mau tw kenapa ? Sabar ya…J )
The last Question,
“ Kalo Mera jadi burung Merak yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari, ko2 mau jadi apa? “
Jawabannya : Jadi matahari, jadi kita kan bisa tetap dekat ( ???? gw langsung tanya kebakar donk gw ?? ) tapi dia bilang : Gak, karena mataharinya matahari cinta…
Huuu so sweet….
Ya, biarpun jawabannya gak sesuai dengan yang gw inginkan tapi gw yakin di balik semua jawaban yang membingungkan itu intinya hanya satu, CINTA. Dan gw percaya, cinta itu emang gak selalu harus diungkapkan dengan kata2 yang puitis, karena tidak semua orang punya jiwa puitis, tapi apapun bentuknya, waktu cinta itu ada, kita akan mengerti dengan sendirinya walaupun tanpa dijabarkan dengan kata2. ( Wow! It’s LOve! )
And, dari buku yang gw baca, jawaban pria itu adalah “ Menjadi Matahari “. Ketiga pertanyaan itu dijawab dengan jawaban yang sama, dan karena jawaban itu juga akhirnya sang wanita pergi meninggalkannya, karena apa yang ia inginkan dari sang pria tidak ia dapatkan. Akhirnya ia pun tidak pernah tahu apa alasan sang pria memilih untuk menjadi matahari.
And tHE Reasons are :
© Ketika sang wanita ingin menjadi bunga, sang pria ingin menjadi matahari, agar bunga dapat terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walaupun matahari hanya dapat memandang bunga dari jauh, dan pada akhirnya kupu2 yang akan menari bersama bunga. Inilah cinta yang tulus, memberi tanpa pamrih.
© Ketika sang wanita ingin menjadi bulan, sang pria tetap ingin menjadi matahari, agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan dari sinar matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat kepada matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan. Ia rela dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya, agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Inilah pengorbanan, menyakitkan, namun sangat layak untuk cinta.
© Ketika sang wanita ingin menjadi burung Merak yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, sang pria tetap ingin menjadi matahari, agar si burung Merak bebas untuk pergi kapanpun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan burung merak untuk pergi jauh, namun matahari akan selau menyimpan cintanya untuk si burung Merak. Matahari selau ada untuk si burung Merak kapanpun ia mau kembali, walaupun si burung Merak tidak selalu ada untuk matahari. Inilah kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati, namun tetap menanti dan memaafkan.
So, ingin jadi apakah kamu untuk pasanganmu??
Bunga ? Bulan ? Burung Merak? Atau, matahari ??
Mengenai Saya
- mEe
- I love beach... Berada di pantai membuat gw tenang dan bisa melupakan semua beban yang ada di hidup gw. Dan pastinya pantai selalu bikin kangen, pengen lagi, lagi, lagi, lagi, dan lagi ( balik ke pantai, pastinya! )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar